Rekomendasi Destinasi Wisata Kuliner Yang Bisa Dinikmati Jelang Ramadan
DEWA CASE – Menjelang bulan suci Ramadan, wisata kuliner selalu menjadi salah satu aktivitas yang paling dinanti masyarakat. Selain berburu menu berbuka puasa, momen ini juga kerap dimanfaatkan untuk menelusuri berbagai titik kota dan tak lupa menikmati ragam kuliner khas daerah yang biasanya hanya ramai pada waktu tertentu. Menjelang bulan suci Ramadan, tradisi “mungguhan” atau berkumpul bersama keluarga dan kerabat untuk makan besar menjadi momen yang sangat dinantikan masyarakat Indonesia.
Wisata kuliner sebelum memasuki masa puasa bukan sekadar soal mengenyangkan perut, melainkan ritual mempererat silaturahmi dengan hidangan yang menggugah selera. Di tahun 2026 ini, beberapa destinasi kuliner tetap menjadi primadona karena keotentikan rasa dan suasananya yang mendukung untuk momen kebersamaan. Berikut adalah empat rekomendasi destinasi wisata kuliner yang wajib Anda kunjungi jelang Ramadan untuk menciptakan kenangan manis bersama orang-orang tersayang.
Bogor Surga Masakan Sunda Dan Jajanan Legendaris
Bogor selalu menjadi pelarian utama bagi warga Jabodetabek untuk melakukan ritual makan bersama. Kawasan Jalan Suryakencana menawarkan perpaduan akulturasi budaya yang unik. Menjelang Ramadan, kedai-kedai soto kuning Bogor, asinan seger, hingga martabak legendaris akan dipenuhi pengunjung.
Jika Anda mencari suasana yang lebih tenang untuk keluarga besar, restoran Sunda di kawasan Sentul atau Gadog yang menyajikan konsep makan di tepi sungai atau sawah adalah pilihan sempurna. Menikmati nasi liwet hangat, sambal dadak, dan ikan bakar dengan udara pegunungan yang sejuk merupakan cara terbaik untuk menenangkan pikiran sebelum fokus beribadah sebulan penuh.
Yogyakarta Kehangatan Tradisi Di Meja Makan
Yogyakarta tidak pernah gagal memberikan rasa “pulang”. Untuk kuliner jelang Ramadan, cobalah mengunjungi kawasan Wijilan untuk menikmati Gudeg yang manis dan gurih. Namun, bagi Anda yang ingin suasana berbeda, deretan warung kopi dan resto di area Sleman dan Cangkringan menawarkan pemandangan Gunung Merapi yang megah.
Menu-menu rumahan seperti sayur lodeh, tempe garit, dan telur krispi yang disajikan secara prasmanan di atas bangunan joglo kayu memberikan nuansa nostalgia. Makan bersama di bawah naungan arsitektur tradisional akan membawa kedamaian spiritual tersendiri sebelum memasuki bulan yang suci.
Bandung Inovasi Kuliner Dan Pemandangan Kota
Kota Kembang adalah tempat di mana inovasi kuliner bertemu dengan estetika tempat yang menawan. Kawasan Dago Atas dan Punclut menjadi destinasi favorit untuk makan malam jelang Ramadan. Di sini, Anda bisa menemukan nasi tutug oncom atau nasi cikur yang disajikan dengan pemandangan lampu kota (city light) Bandung yang romantis.
Bagi pencinta camilan, area Pasar Baru atau Braga tetap menjadi magnet dengan kopi aromatik dan roti jadulnya. Bandung sangat cocok bagi generasi muda yang ingin melakukan “mungguhan” dengan konsep yang lebih modern namun tetap menjaga cita rasa lokal yang kuat.
Solo Menyelami Kekayaan Rasa Keraton
Solo adalah destinasi bagi mereka yang mengapresiasi detail rasa. Menjelang Ramadan, menikmati Selat Solo yang segar atau Nasi Liwet Solo yang gurih bersantan adalah keharusan. Kawasan sekitar Pasar Gede menjadi titik temu para pemburu kuliner yang ingin mencicipi es dawet telasih atau babi kuah bagi yang non-muslim, atau tengkleng kambing yang bumbunya meresap hingga ke tulang.
Suasana Solo yang cenderung lebih lambat (slow living) dibandingkan kota besar lainnya sangat mendukung proses refleksi diri sebelum berpuasa. Keramahtamahan warga lokal saat menyajikan hidangan menambah kehangatan momen kumpul keluarga Anda.
Tips Kulineran Jelang Ramadan: Mengingat tingginya antusiasme masyarakat, sangat disarankan untuk melakukan reservasi tempat minimal tiga hari sebelumnya, terutama jika Anda membawa rombongan besar. Pastikan juga untuk tetap menjaga kesehatan dengan tidak makan berlebihan agar kondisi fisik tetap prima saat hari pertama puasa tiba.
