Kuliner Ramadan Baiman 1447 Hijriah Batola Resmi Berakhir
DEWA CASE – Suasana religius dan hangatnya kebersamaan yang menyelimuti kawasan Marabahan selama sebulan penuh kini mulai berganti dengan persiapan menyambut hari kemenangan. Secara resmi, gelaran Wisata Kuliner Ramadan Baiman 1447 Hijriah di Kabupaten Barito Kuala (Batola) telah ditutup. Acara tahunan yang menjadi pusat perhatian masyarakat Bumi Ije Jela ini sukses meninggalkan kesan mendalam, baik dari sisi ekonomi maupun pelestarian tradisi lokal.
Kuliner Ramadan Baiman 1447 H Batola Resmi Berakhir
Prosesi penutupan yang berlangsung meriah namun tetap khidmat ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, serta ratusan pedagang yang telah berpartisipasi sejak awal bulan suci. Dalam sambutannya, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang menjaga kondusifitas dan kebersihan selama pasar wadai berlangsung.
Kegiatan ini bukan sekadar tempat transaksi jual-beli, melainkan simbol perputaran ekonomi kerakyatan yang nyata. Dengan berakhirnya operasional stan-stan kuliner ini, menandakan bahwa masyarakat kini tengah bersiap memfokuskan diri pada ibadah di penghujung Ramadan serta persiapan menyambut Idul Fitri 1447 H.
Magnet Kuliner Tradisional Dan Modern
Tahun ini, Kuliner Ramadan Baiman 1447 H mencatatkan variasi menu yang lebih beragam dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pengunjung dimanjakan dengan kudapan khas Banjar yang autentik seperti Wadai Bingka, Amparan Tatak, Sari India, hingga Ipau. Tak ketinggalan, inovasi kuliner kekinian dari para pelaku UMKM muda turut mewarnai deretan stan, menjadikan pasar ini destinasi lintas generasi.
Keberhasilan penyelenggaraan tahun ini juga terlihat dari penataan lapak yang lebih rapi dan aksesibilitas yang memudahkan pengunjung. Hal ini membuktikan bahwa koordinasi antara panitia penyelenggara dan para pedagang berjalan sangat efektif demi memberikan kenyamanan bagi warga Batola yang ingin mencari menu berbuka puasa.
Dampak Ekonomi Bagi UMKM Lokal
Salah satu poin krusial dari berakhirnya gelaran ini adalah catatan positif mengenai omzet para pedagang. Meski sempat diwarnai beberapa hari dengan cuaca yang tidak menentu, antusiasme warga tidak surut. Perputaran uang selama gelaran Kuliner Ramadan Baiman 1447 H diprediksi meningkat signifikan dibanding tahun lalu.
Bagi para pelaku UMKM di Batola, ajang ini menjadi “napas” segar pasca-pemulihan ekonomi. Banyak pedagang lokal yang mengaku terbantu karena produk mereka lebih dikenal luas, tidak hanya oleh warga lokal Marabahan, tetapi juga pengunjung dari luar daerah yang kebetulan melintas atau sengaja berkunjung untuk merasakan atmosfer Ramadan di Barito Kuala.
Evaluasi dan Harapan Di Masa Depan
Meski resmi berakhir dengan sukses, pemerintah daerah tetap melakukan evaluasi menyeluruh. Beberapa poin seperti pengelolaan sampah dan pengaturan parkir menjadi catatan untuk ditingkatkan pada tahun 1448 Hijriah mendatang. Tujuannya jelas: menjadikan Wisata Kuliner Ramadan Baiman sebagai ikon wisata religi dan kuliner yang unggul di Kalimantan Selatan.
Pemerintah berharap semangat “Baiman” (Beriman, Amalan, Indah, Manis, Aman, dan Nyaman) yang menjadi jargon Kabupaten Batola tidak berhenti seiring berakhirnya pasar Ramadan, melainkan terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dan dalam membangun usaha-usaha kreatif lainnya.
Penutup: Menuju Hari Kemenangan
Dengan ditutupnya Kuliner Ramadan Baiman 1447 H, kini fokus masyarakat beralih pada persiapan shalat Id dan silaturahmi keluarga. Kenangan akan manisnya Wadai Banjar dan hangatnya suasana sore di pasar tersebut akan menjadi memori yang dirindukan hingga tahun depan. Sampai jumpa di gelaran Ramadan berikutnya, semoga keberkahan dari setiap transaksi dan interaksi di pasar ini membawa manfaat bagi seluruh masyarakat Barito Kuala.
