Portina Depok Ajak Generasi Muda Lestarikan Olahraga Tradisional
DEWA CASE — Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (Portina) Kota Depok kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian budaya bangsa melalui olahraga tradisional. Pada kegiatan bertajuk “Gerak Lestarikan Tradisi” yang digelar di Lapangan Merdeka Depok, Minggu (17/11), organisasi tersebut mengajak ratusan generasi muda untuk mengenal, mempraktikkan, dan mencintai kembali olahraga warisan leluhur.
Acara ini dihadiri oleh ratusan pelajar, komunitas olahraga, pegiat budaya, serta sejumlah pejabat daerah. Antusiasme para peserta tampak sejak pagi, ketika berbagai permainan tradisional mulai diperkenalkan dan dibuka untuk umum. Portina menampilkan beragam permainan, seperti engklek, gobak sodor, egrang, hadang, bentengan, tarik tambang, dan galasin, yang selama ini mulai jarang dimainkan anak-anak di era digital.
Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Budaya
Ketua Portina Depok, Sutrisno, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program besar Portina untuk mengembalikan olahraga tradisional ke lingkungan masyarakat, khususnya sekolah dan komunitas pemuda.
“Generasi muda kita semakin jauh dari olahraga tradisional karena derasnya perkembangan teknologi dan gim digital. Padahal permainan tradisional memiliki nilai budaya, edukasi, dan karakter yang sangat kuat. Kami ingin menghidupkan kembali warisan ini agar tidak hilang tertelan zaman,” ujarnya.
Menurutnya, olahraga tradisional mampu menumbuhkan kemampuan fisik, sosial, dan emosional. Anak-anak dilatih untuk bekerja sama, mematuhi aturan, berstrategi, dan berinteraksi secara langsung—nilai yang sulit didapatkan dari permainan digital.
Edukasi Sejarah dan Filosofi Permainan
Tidak hanya praktik, acara ini juga memberikan edukasi sejarah mengenai asal-usul tiap permainan. Para pelatih dan relawan Portina menjelaskan filosofi di balik olahraga tradisional, seperti nilai kebersamaan dalam gobak sodor, ketangkasan dalam egrang, hingga ketahanan fisik dalam tarik tambang.
Pelajar tampak antusias mendengar penjelasan tersebut dan mencoba setiap permainan yang disiapkan. Beberapa sekolah bahkan menyatakan komitmennya untuk memasukkan olahraga tradisional dalam kegiatan ekstrakurikuler rutin.
Dukungan Pemerintah Kota Depok
Wakil Wali Kota Depok yang ikut hadir memberikan apresiasi atas langkah Portina. Ia menyebut kegiatan ini selaras dengan program pemerintah dalam memperkuat identitas budaya lokal sekaligus meningkatkan kesehatan masyarakat.
“Kami mendukung penuh inisiatif seperti ini. Olahraga tradisional bukan hanya hiburan, tetapi sarana membangun karakter positif pada generasi muda,” ungkapnya.
Ia juga mengajak sekolah, komunitas, serta orang tua untuk bersama-sama menghidupkan kembali permainan tradisional di rumah dan lingkungan sekitar.
Program Lanjutan Portina Depok
Portina Depok menargetkan sejumlah program lanjutan setelah kegiatan ini, antara lain:
-
Roadshow ke sekolah-sekolah untuk mengenalkan berbagai permainan tradisional.
-
Pelatihan pelatih muda olahraga tradisional agar regenerasi pembina bisa berjalan berkelanjutan.
-
Festival Olahraga Tradisional tingkat kota yang rencananya digelar tahun depan.
-
Pembentukan komunitas olahraga tradisional di tingkat kelurahan.
Portina berharap program tersebut dapat menancapkan kembali akar budaya tradisional di kalangan generasi muda, sekaligus mendorong olahraga tradisional tampil dalam berbagai event kota dan provinsi.
Gerakan Pelestarian yang Tidak Boleh Berhenti
Melalui kegiatan ini, Portina Depok menegaskan bahwa menjaga budaya bukan hanya tugas pemerintah atau komunitas budaya, tetapi tanggung jawab semua pihak. Pelestarian olahraga tradisional menjadi bagian penting dalam merawat identitas bangsa di tengah globalisasi.
Dengan dukungan masyarakat dan generasi muda, Portina optimistis olahraga tradisional bisa kembali populer dan menjadi kebanggaan warga Depok serta Indonesia.
