Situs Berita dan Informasi Teknologi, Media Sosial, Dll.

Kuliner

Hotel Bintang lima di Hangzhou Sajikan Kuliner Khas Indonesia

DEWA CASE Sejumlah masakan khas Indonesia yang dimasak langsung oleh koki Tanah Air disuguhkan selama 2 pekan dalam festival kuliner Taste of Indonesia di hotel bintang lima Le Meridien Hangzhou Binjiang, provinsi Zhejiang, China.

“Kita dapat belajar dari pengalaman kuliner mengenai Indonesia karena di Indonesia setiap pulau punya kekhasan bumbu sendiri,” kata Konsul Jenderal RI di Shanghai Berlianto Situngkir dalam pembukaan festival kuliner di restoran hotel Le Meridien Hangzhou Binjiang pada Jumat.

Bumbu-bumbu seperti lada kayu manis, kapulaga, pala, cengkih dan lainnya menurut Berlianto menjadi bagian komoditas dalam “jalur rempah” yang menghubungkan berbagai negara dari Asia hingga ke Eropa, yang menghubungkan Timur dan Barat termasuk Indonesia dan China

“Saya sangat suka makanan Indonesia tapi saya tidak dapat menemukan restoran Indonesia di sini, jadi kami berpikir bagaimana kalau kita bawa saja ‘chef’ dari Indonesia ke sini untuk memasak makanan Indonesia dan memperkenalkannya ke masyarakat di sini?” kata Joey dalam acara tersebut.

Joey yang berasal dari Korea Selatan itu mengaku nasi goreng dan sate adalah makanan Indonesia favoritnya.

“Karena orang Korea juga suka makanan pedas seperti orang Indonesia,” ungkap Joey.

Koki Yuli Hariyanto yang merupakan Executive Sous Chef JW Marriot Surabaya menjadi orang yang bertanggung jawab menyediakan menu makanan Indonesia dalam festival itu.

Salah satu hotel bintang lima di Hangzhou, Tiongkok, menghadirkan pengalaman Kuliner Khas Indonesia untuk para tamu internasional. Inisiatif ini menjadi bagian dari promosi budaya dan gastronomi Indonesia ke pasar global. Menurut pihak hotel, menghadirkan menu Indonesia bukan hanya soal rasa, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara, mulai dari rempah-rempah, bahan lokal, hingga cara penyajian tradisional yang unik.

Program ini didukung oleh pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Kementerian Luar Negeri, yang memandang kuliner sebagai salah satu strategi soft diplomacy sekaligus memperkuat citra Indonesia di mata dunia.

Menu yang Menjadi Daya Tarik

Beberapa menu yang disajikan antara lain nasi goreng, rendang, sate ayam, gado-gado, dan sambal khas Indonesia. Chef hotel menekankan pentingnya keaslian rasa agar tamu merasakan sensasi autentik masakan Indonesia. Tidak hanya itu, hotel juga menghadirkan minuman tradisional seperti es cendol, jamu, dan kopi robusta dari Indonesia.

Menurut manajemen hotel, permintaan menu Indonesia meningkat pesat sejak diperkenalkannya festival kuliner Nusantara beberapa bulan lalu. Tamu hotel, baik dari Tiongkok maupun mancanegara, terlihat antusias mencoba berbagai hidangan yang selama ini mungkin hanya dikenal melalui media sosial atau tayangan kuliner.

Kolaborasi dengan Chef Indonesia

Untuk memastikan kualitas dan keaslian rasa, hotel bekerja sama dengan chef profesional asal Indonesia. Chef ini bertugas melatih tim dapur lokal, memperkenalkan rempah-rempah khas Nusantara, serta mengawasi proses pengolahan agar setiap hidangan tetap sesuai standar tradisional. Kolaborasi ini juga menjadi kesempatan bagi chef Indonesia untuk memperluas jaringan profesional dan memperkenalkan kuliner nasional di level internasional.

Selain pelatihan internal, chef Indonesia juga memberikan demo memasak secara live di restoran hotel, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi tamu yang ingin belajar langsung cara mengolah masakan Indonesia.

Peningkatan Wisata Budaya dan Gastronomi

Program kuliner Indonesia di Hangzhou juga menjadi strategi meningkatkan wisata budaya. Hotel berharap tamu yang mencoba masakan Indonesia akan terdorong untuk mengenal lebih jauh tentang destinasi pariwisata di Tanah Air, mulai dari Bali, Yogyakarta, hingga Sumatra. Dengan pendekatan gastronomi, hotel berperan sebagai jembatan untuk memperkenalkan tradisi, cerita, dan nilai budaya Indonesia melalui hidangan.

Kegiatan ini sejalan dengan tren wisata kuliner internasional, di mana makanan tidak hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga bagian dari pengalaman budaya yang ingin dicari wisatawan.

Respons Positif dari Tamu Hotel

Tamu hotel memberikan respons positif terhadap program ini. Banyak yang memuji cita rasa autentik, penyajian menarik, dan keunikan rempah yang berbeda dari masakan Tiongkok. Beberapa tamu internasional bahkan memesan hidangan Indonesia untuk acara khusus atau dinner pribadi, menunjukkan bahwa kuliner Indonesia mampu bersaing dan diterima di pasar global.

Pihak hotel mencatat adanya peningkatan jumlah pengunjung restoran sejak diperkenalkannya menu Indonesia, terutama pada akhir pekan dan periode liburan, menandakan keberhasilan promosi melalui kuliner.

Dampak Ekonomi dan Branding

Selain meningkatkan pengalaman tamu, program kuliner Indonesia juga berdampak pada ekonomi. Hotel membeli rempah-rempah, bahan baku, dan produk unggulan dari eksportir Indonesia, sehingga turut mendorong perekonomian dalam negeri. Branding Indonesia sebagai negara dengan kekayaan kuliner tinggi juga semakin kuat, yang berpotensi mendongkrak wisata dan ekspor produk pangan.

Kemenparekraf menilai strategi ini efektif untuk membuka peluang baru, bukan hanya bagi industri perhotelan di luar negeri, tetapi juga bagi usaha mikro dan kecil di Indonesia yang memproduksi bahan baku lokal.

Festival Kuliner dan Acara Pendukung

Hotel bintang lima di Hangzhou juga menyelenggarakan festival kuliner Indonesia, yang melibatkan demo masak, workshop makanan tradisional, hingga pertunjukan budaya seperti tari dan musik gamelan. Acara ini berhasil menarik perhatian tamu hotel dan masyarakat lokal yang ingin merasakan pengalaman budaya Indonesia secara langsung.

Festival ini menjadi media promosi yang interaktif, karena tamu tidak hanya mencicipi makanan, tetapi juga belajar sejarah, filosofi, dan cara penyajian masakan Indonesia. Program ini diharapkan dapat meningkatkan awareness dan minat masyarakat Tiongkok terhadap wisata Indonesia.

Peran Diplomasi Budaya

Kehadiran kuliner Indonesia di hotel bintang lima Hangzhou juga menjadi bagian dari diplomasi budaya. Pemerintah Indonesia menilai kuliner sebagai sarana efektif untuk membangun hubungan dan meningkatkan soft power. Dengan mengenalkan makanan tradisional, tamu internasional dapat memahami budaya dan nilai-nilai Indonesia, yang akan memperkuat citra positif negara di kancah global.

Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi pihak Kedutaan Besar Indonesia untuk Tiongkok dalam mendukung promosi budaya dan pariwisata secara simultan melalui berbagai program resmi dan non-formal.

Mendorong Wisatawan Tiongkok ke Indonesia

Selain promosi kuliner, program ini diharapkan dapat mendorong wisatawan Tiongkok untuk mengunjungi Indonesia. Dengan mengenal rasa dan cita rasa masakan asli, wisatawan akan lebih tertarik untuk merasakan pengalaman langsung di lokasi asal makanan tersebut. Hal ini selaras dengan strategi Kemenparekraf untuk meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara, khususnya dari Tiongkok, yang selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar kunjungan internasional ke Indonesia.

Strategi promosi melalui kuliner ini dianggap lebih personal dan efektif dibanding kampanye digital semata, karena membangun pengalaman nyata yang berkesan bagi wisatawan.

Inisiatif menghadirkan kuliner Indonesia di hotel bintang lima Hangzhou menunjukkan bahwa promosi budaya melalui gastronomi dapat berjalan efektif dan memberikan banyak manfaat. Mulai dari meningkatkan pengalaman tamu, memperkenalkan budaya, hingga membuka peluang ekonomi dan wisata, program ini membuktikan bahwa kuliner Indonesia memiliki daya tarik global yang kuat. Dengan langkah serupa yang diperluas ke kota-kota lain di dunia, cita rasa Nusantara diproyeksikan semakin dikenal, dicintai, dan menjadi jembatan diplomasi budaya yang memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional.