Situs Berita dan Informasi Teknologi, Media Sosial, Dll.

Kuliner

Jawa dan Sumatra Masuk 20 Besar Kuliner Dunia, Simak Peringkat Lengkapnya

DEWA CASEIndonesia kembali mencatatkan prestasi membanggakan di kancah Kuliner Dunia. Dua pulau utama, Jawa dan Sumatra, berhasil masuk dalam daftar 20 besar daerah dengan kuliner terbaik versi World’s Top Culinary Destination 2025. Prestasi ini menunjukkan bahwa kekayaan kuliner Indonesia tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga mendapat pengakuan internasional.

Pengumuman peringkat tersebut disampaikan oleh lembaga riset kuliner global yang menilai destinasi kuliner berdasarkan cita rasa, keberagaman menu, aksesibilitas restoran, popularitas internasional, dan inovasi kuliner. Indonesia berhasil menembus daftar bersama negara-negara yang terkenal dengan kuliner ikonik seperti Italia, Jepang, dan Thailand.

Peringkat Jawa dan Sumatra di Daftar Dunia

Dalam daftar tersebut, Jawa menduduki peringkat ke-12, sementara Sumatra menempati posisi ke-18. Jawa dianggap unggul karena keberagaman kuliner tradisional yang tersebar dari Jakarta, Yogyakarta, Solo, hingga Surabaya. Sajian seperti gudeg, rawon, sate, bakso, hingga masakan khas Betawi menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sumatra, dengan kekayaan kuliner khas Minangkabau, Aceh, dan Lampung, menarik perhatian dunia karena cita rasa pedas dan kaya rempah. Makanan seperti rendang, soto Padang, mie Aceh, dan sambal khas daerah berhasil memikat lidah para penilai internasional. Keunikan bahan lokal, penggunaan rempah tradisional, dan resep turun-temurun menjadi faktor penting yang mengangkat Sumatra ke peringkat ini.

Kriteria Penilaian Kuliner Terbaik Dunia

Lembaga riset menjelaskan bahwa penilaian kuliner terbaik dunia dilakukan melalui beberapa kriteria utama:

  1. Keaslian rasa dan tradisi: Makanan harus mencerminkan budaya dan tradisi lokal.

  2. Keberagaman kuliner: Menyajikan berbagai jenis masakan dari makanan jalanan hingga restoran mewah.

  3. Aksesibilitas: Mudah dijangkau oleh wisatawan dan masyarakat lokal.

  4. Inovasi dan kreativitas: Kemampuan mengembangkan resep tradisional menjadi sajian modern tanpa kehilangan cita rasa asli.

  5. Popularitas internasional: Seberapa dikenal kuliner daerah di mata wisatawan mancanegara.

Dengan kriteria tersebut, Jawa dan Sumatra dinilai berhasil menunjukkan kombinasi antara tradisi kuliner yang kuat dan inovasi yang terus berkembang.

Reaksi Para Pelaku Kuliner di Indonesia

Keberhasilan ini disambut hangat oleh pelaku kuliner dan pengusaha restoran di Indonesia. Sari Handayani, pemilik restoran di Yogyakarta, menyampaikan rasa bangganya.

“Masuknya Jawa dan Sumatra dalam daftar 20 besar dunia adalah pengakuan atas kerja keras kita menjaga resep tradisional dan memperkenalkannya ke wisatawan,” katanya.

Begitu pula di Sumatra Barat, pengusaha makanan khas Minang melihat ini sebagai peluang untuk meningkatkan promosi kuliner daerah ke pasar internasional.

“Ini momentum untuk memperluas jangkauan kuliner kita, baik melalui restoran maupun ekspor bahan makanan khas,” ujar Faisal Rahman, pemilik usaha kuliner di Padang.

Dampak bagi Pariwisata dan Ekonomi Lokal

Prestasi ini diperkirakan akan berdampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Wisata kuliner kini menjadi salah satu alasan utama wisatawan mengunjungi sebuah destinasi. Dengan pengakuan internasional, Jawa dan Sumatra memiliki potensi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang ingin mencicipi langsung masakan asli Indonesia.

Selain itu, promosi kuliner juga mendorong perkembangan UMKM makanan dan minuman lokal. Produk-produk olahan khas daerah seperti sambal, keripik, kopi, dan rendang siap saji dapat menembus pasar global, sehingga membantu meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

Peran Pemerintah dalam Mendukung Kuliner Lokal

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyambut baik prestasi ini dan berjanji akan terus mendukung pengembangan kuliner daerah. Program pelatihan bagi pelaku UMKM, festival kuliner, hingga sertifikasi kualitas menjadi fokus pemerintah untuk menjaga standar kuliner nasional.

Menteri Pariwisata, Sandi Prabowo, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara mempertahankan cita rasa asli dan menghadirkan inovasi untuk menarik generasi muda serta wisatawan internasional.

“Kuliner bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari budaya yang memperkenalkan identitas bangsa ke dunia,” ujarnya.

Promosi Digital dan Media Sosial

Selain dukungan langsung dari pemerintah, promosi melalui digital dan media sosial menjadi faktor penting dalam menarik perhatian internasional. Akun resmi pariwisata Indonesia memanfaatkan platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube untuk menampilkan berbagai kuliner khas Jawa dan Sumatra. Video tutorial, dokumenter mini, dan ulasan wisata kuliner menjadi sarana efektif untuk menjangkau audiens global.

Influencer kuliner internasional yang mengunjungi Indonesia juga berperan dalam memperkenalkan cita rasa lokal ke pasar dunia. Dengan cara ini, pengakuan terhadap kuliner Indonesia bukan hanya sebatas daftar peringkat, tetapi juga pengalaman langsung yang dirasakan wisatawan.

Jawa dan Sumatra Bersinar di Dunia

Masuknya Jawa dan Sumatra dalam daftar 20 besar daerah dengan kuliner terbaik dunia menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang mendunia. Jawa unggul dengan keberagaman rasa dari berbagai kota, sementara Sumatra menonjol dengan rempah khas dan sajian tradisional yang autentik.

Pengakuan ini tidak hanya meningkatkan kebanggaan nasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi, memperkuat sektor pariwisata, dan mendorong pelestarian kuliner tradisional. Dengan dukungan pemerintah, pelaku usaha, dan promosi digital yang tepat, kuliner Indonesia diprediksi akan semakin mendunia dan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan global.