Kalteng Gelar DOD, Daerah Harus Miliki Olahraga Unggulan
DEWA CASE — KBRN, Palangka Raya : Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, menggelar Desain Olahraga Daerah (DOB) bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (RI) di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng, Senin (1/12/2025).
Menurut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalteng, Agus Siswadi, selama 5 bulan menjabat sebagai kepala dinas, dirinya mendorong DOD ini bisa selesai di tahun 2025 atau 2026 dengan tujuan, agar desain olahraga di setiap daerah menjadi jelas. Karena selama ini, belum terpetakan olahraga unggulan berpotensi untuk menyumbang prestasi dari setiap daerah.
“Jadi dengan adanya desain daerah itu, nanti masing-masing daerah memetakan apa diunggulkan. Jangan sampai jadi kita itu semacam bukan hanya nafsu untuk menang, tapi malah syahwat untuk menang, ingin meraih semuanya, ingin menang semuanya. Tidak mungkin, kita harus ada sesuatu yang diunggulkan,” katanya.
Sementara itu, Penata Kelola Hukum dan Perundang-undangan Kemenpora RI, Emir Hadi, menyampaikan apresiasinya kepada Pemprov Kalteng, sudah menginisiasi pelaksanaan DOD dan bisa menjadi percontohan bagi daerah lainnya di Indonesia.
”Saya berharap, setiap provinsi dapat menyelenggarakan kegiatan yang sama dengan melibatkan seluruh kabupaten kota agar apa yang telah tersampaikan di tingkat provinsi juga bisa sampai ke seluruh kabupaten dan kota,” ucapnya.
Emir Hadi meyakini dengan adanya kegiatan ini, bukan hanya di provinsi Kalteng memiliki perencanaan terkait desain olahraga, tapi di kabupaten kotanya juga dapat mengikuti hal sama.
Aspek krusial yang ditekankan dalam penyusunan DOD ini adalah keharusan bagi setiap kabupaten/kota di Kalteng untuk memiliki dan mengembangkan cabang olahraga (cabor) unggulan masing-masing.
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kalteng, Adi Nur Fajar, menjelaskan bahwa DOD dirancang untuk mengacu pada Desain Olahraga Besar Nasional (DBON) yang memuat 14 cabor prioritas. Namun, daerah diberi kewenangan untuk menambah cabor sesuai dengan keunggulan lokal.
Salah satu tujuan utama DOD adalah menghilangkan kecenderungan daerah untuk memaksakan diri unggul di semua cabor.
“Jangan sampai kita itu semacam bukan hanya nafsu untuk menang, tapi malah syahwat untuk menang, ingin meraih semuanya. Tidak mungkin, kita harus ada sesuatu yang diunggulkan,” kata pejabat Dispora Kalteng, menekankan perlunya fokus dan efisiensi.
Dengan memetakan olahraga unggulan, seperti Dayung, Menembak, atau cabor bela diri yang memiliki basis kuat di Kalteng, pembinaan atlet sejak usia dini dapat dilakukan dengan lebih tepat sasaran. Hal ini juga akan mempermudah alokasi anggaran dan fasilitas olahraga yang memadai.
Tiga Pilar Fokus DOD: Prestasi, Rekreasi, dan Pendidikan
Draf DOD Kalteng akan memuat tiga pilar utama:
- Olahraga Prestasi: Fokus pada pembinaan atlet menuju level nasional (PON) dan internasional.
- Olahraga Rekreasi: Mendorong budaya hidup sehat di masyarakat.
- Olahraga Pendidikan: Mengintegrasikan kegiatan olahraga dalam kurikulum sekolah.
Penyusunan DOD diharapkan memberikan arah yang jelas, memperkuat sinergi antara Pemprov, KONI, dan pemangku kepentingan di kabupaten/kota. Ini adalah komitmen untuk membangun prestasi olahraga Kalteng yang lebih kompetitif di masa depan.
