Kemenpora Perkuat Tata Kelola Bantuan Pengembangan Wisata Olahraga
DEWA CASE — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola bantuan pemerintah dalam pengembangan wisata olahraga atau sport tourism. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program pengembangan destinasi wisata berbasis olahraga dapat berjalan lebih transparan, tepat sasaran, dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat daerah.
Kemenpora menyebut peningkatan tata kelola ini menjadi prioritas karena wisata olahraga terbukti menjadi sektor yang terus berkembang pesat, terutama setelah pandemi. Banyak daerah berlomba-lomba menyelenggarakan event olahraga skala regional hingga nasional untuk mendongkrak kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai event olahraga seperti maraton, triathlon, sepeda kelas internasional, kompetisi selancar, hingga turnamen bola pantai terbukti mampu meningkatkan pergerakan wisatawan dan membuka peluang usaha lokal.
Kemenpora menilai potensi ini perlu didukung dengan tata kelola bantuan yang baik, sehingga setiap daerah yang mengajukan program pengembangan wisata olahraga benar-benar mampu menghadirkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Hal ini bukan hanya soal event sesaat, tetapi juga pembangunan ekosistem olahraga dan pariwisata di wilayah tersebut.
Untuk memperkuat tata kelola, Kemenpora melakukan sejumlah langkah penting.
Beberapa poin utama yang kini diperketat meliputi:
- mekanisme pengajuan proposal bantuan pemerintah
- verifikasi kelayakan daerah dan manfaat jangka panjang
- transparansi penggunaan anggaran
- monitoring & evaluasi program secara berkala
- standar penyelenggaraan event yang sesuai regulasi nasional
Dengan perbaikan tersebut, pemerintah berharap tidak ada lagi program yang berjalan tanpa arah atau tidak memberikan dampak signifikan bagi pengembangan sport tourism.
Penguatan tata kelola tidak dapat dilakukan oleh Kemenpora sendiri. Karenanya, kementerian menggandeng sejumlah pemangku kepentingan, seperti:
- pemerintah daerah
- komunitas olahraga
- pelaku industri pariwisata
- akademisi
- asosiasi olahraga nasional
Kolaborasi ini diperlukan untuk memastikan perencanaan hingga pelaksanaan bantuan benar-benar sesuai kebutuhan daerah. Kemenpora juga mendorong pemerintah daerah lebih proaktif dalam menyiapkan data potensi wisata olahraga serta rencana pembangunan jangka panjang.
Kemenpora menekankan bahwa penggunaan anggaran bantuan pengembangan wisata olahraga kini diawasi lebih ketat. Setiap daerah wajib melaporkan:
- rincian penggunaan dana
- capaian program
- manfaat bagi masyarakat
- perkembangan infrastruktur olahraga atau wisata
- laporan keuangan yang sesuai standar
Langkah ini bertujuan menciptakan good governance di lingkungan pemerintah daerah yang menerima bantuan, sekaligus memberikan kepastian bahwa dana publik benar-benar digunakan untuk kepentingan publik.
Kemenpora mengingatkan bahwa bantuan pemerintah bukan hanya untuk penyelenggaraan event semata. Fokus utama kini bergeser pada pembangunan ekosistem wisata olahraga jangka panjang, seperti:
- perbaikan fasilitas olahraga
- penataan destinasi wisata pendukung
- pelatihan SDM lokal sebagai panitia event
- pengembangan komunitas olahraga sebagai motor penggerak
- promosi event yang terintegrasi dengan wisata daerah
Dengan ekosistem yang kuat, daerah diharapkan tidak hanya mengandalkan event tahunan, tetapi mampu menciptakan destinasi wisata olahraga yang berkelanjutan dan dikenal luas.
Kemenpora menyebut bahwa banyak daerah di Indonesia memiliki potensi besar di sektor wisata olahraga, namun belum tergarap maksimal. Destinasi seperti:
- pesisir selatan Jawa
- perairan di Indonesia Timur
- dataran tinggi Sumatra
- kawasan danau dan pegunungan Kalimantan
- spot selancar Nusa Tenggara
Semua wilayah itu bisa menjadi lokasi sport tourism unggulan jika mendapatkan pendampingan dan bantuan tepat sasaran.
Kemenpora berharap program bantuan yang dikelola secara baik mampu membuka kesempatan bagi daerah-daerah baru untuk menjadi tuan rumah event olahraga prestisius dan menarik wisatawan.
Untuk mendukung tata kelola yang lebih baik, Kemenpora juga tengah menyiapkan sejumlah regulasi dan panduan teknis baru. Dokumen tersebut akan mengatur:
- syarat daerah menerima bantuan
- standar event wisata olahraga
- tata cara pelaporan dan evaluasi
- indikator keberhasilan program
Dengan standar yang jelas, pemerintah daerah dapat membuat perencanaan yang lebih matang dan terukur.
Kemenpora menargetkan dalam beberapa tahun ke depan, sektor sport tourism dapat menjadi salah satu pilar ekonomi kreatif dan pariwisata Indonesia. Dengan potensi alam yang beragam, dipadukan dengan event olahraga bertaraf internasional, Indonesia diyakini mampu bersaing dengan negara seperti Thailand dan Jepang yang telah lebih dulu sukses mengembangkan wisata olahraga.
Penguatan tata kelola menjadi fondasi agar setiap rupiah yang dialokasikan untuk pengembangan sport tourism benar-benar memberikan hasil nyata, baik bagi atlet lokal, pelaku usaha, maupun masyarakat luas.
