Mahasiswa Akuntansi UNAIR Dorong Pemberdayaan Disabilitas Melalui Kolaborasi Inovatif
DEWA CASE – Himpunan Mahasiswa S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan BisnisUniversitas Airlangga sukses menyelenggarakan CHARITY 2025 bertema “Walking with Compassion, Speaking with Understanding: For a World Where Everyone Belongs” pada Sabtu (1/11/2025) melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini mendorong kolaborasi lintas bidang dalam pemberdayaan disabilitas melalui pendekatan psikologi dan ekonomi kreatif berbasis potensi diri serta kemandirian sosial yang berkelanjutan.
Membuka Semangat Inklusivitas
Acara pembuka adalah sambutan Dr Sawitri Retno Hadiati dr MQHC, Ketua Yayasan Peduli Kasih ABK. Ia menekankan pentingnya dukungan sosial, pelatihan keterampilan, dan pendampingan bagi anak berkebutuhan khusus. Ia mengajak mahasiswa untuk aktif menciptakan ruang yang inklusif, setara, dan memberdayakan penyandang disabilitas secara nyata.
Dr. Sawitri mengajak peserta memahami bahwa kemandirian disabilitas bukan sekadar soal empati, melainkan membutuhkan langkah konkret melalui pendidikan dan pemberdayaan ekonomi agar setiap individu dapat mengoptimalkan potensi dan bakat yang mereka miliki.
Kisah Inspiratif Ade Irawan
Sesi utama menghadirkan Ade Irawan, pianis tunanetra termuda penerima rekor MURI sekaligus BlueFest Performer. Ade membagikan perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan. Meski memiliki keterbatasan visual, ia tetap berkarya dengan tekad, disiplin, dan keyakinan diri yang kuat. “Musik bagi saya bukan sekadar nada, tapi bahasa yang bisa dirasakan semua orang. Selama kita percaya, tidak ada batas untuk bermimpi,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Ade menekankan konsistensi, dukungan lingkungan, dan keberanian mencoba hal baru sebagai kunci mengembangkan potensi diri. Ia mengingatkan agar setiap tantangan bisa menjadi motivasi, bukan alasan berhenti berkarya. Antusiasme peserta terlihat tinggi. Mereka aktif bertanya tentang proses kreatif, pengalaman tampil di berbagai acara, dan cara Ade menjaga semangat di tengah keterbatasan. Suasana diskusi berlangsung hangat dan inspiratif sepanjang sesi.
Menutup sesi, Ade berpesan kepada mahasiswa Universitas Airlangga, “Saya harap teman-teman mahasiswa bisa terus menghargai setiap proses dan tidak menyerah pada keterbatasan apa pun. Gunakan ilmu dan kesempatan yang kalian punya untuk membawa dampak baik bagi sekitar. Karena sejatinya, karya terbesar manusia adalah ketika ia mampu menginspirasi orang lain,” tutur Ade dengan senyum hangat.
Menumbuhkan Semangat Kolaboratif
Himpunan Mahasiswa S1 Akuntansi FEB UNAIR berharap kegiatan ini meningkatkan semangat inklusivitas, empati sosial, dan keberanian mahasiswa untuk berkontribusi. Webinar ini menjadi wadah inspiratif untuk menumbuhkan kesadaran sosial, memperkuat solidaritas lintas disiplin, dan mendorong terciptanya dunia di mana setiap orang merasa diterima dan memiliki peran.
