Pak Jokowi Tidak Ingin Pulau Komodo Ditutup

Pak Jokowi Tidak Ingin Pulau Komodo Ditutup

Dewacase.com – Dari informasi atau sumber terpercaya ini. Mimin dewa case akan memberikan informasi seputar Pulau Komodo. Bahwasanya adalah bapak Jokowi yang tidak ingin ditutup. Tidak hanya hal konvensi saja, namun peristiwa ini juga menyangkut dalam kehidupan di masyarakatnya.

Sejak bulan Januari 2019, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mencanagkan untuk sebuah penutupan Taman Naisonal Komodo. Dengan alasan kondisi habitat Komodo ini sudah semakin berkurang dan kondisi dalam badan Komodo yang kecil untuk sebagai dampaknya berkurang rusa yang menjadi makanan utama komodo.

Pemerintahan NTT ini akan melakukan perapian pada kawasan Taman Nasional Komodo supaya menjadi lebih baik lagi, jadi habitat komodo menjadi lebih berkembang. Akan kami tutup Taman Nasional Komodo selama satu tahun, seperti yang dikatakan oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.

Informasi ini menjadi sebuah isu atau kabar yang terus menyebar. Menjadikan was-was baik itu bagi para wisatawan dalam atau luar negeri serta untuk masyarakat di Labuan Bajo khususnya pada Desa Komodo di pulau Komodo.

Dalam kabar ini terus bergulir mengenai penutupan TN Komodo ini. memang habitat Komodo ada di Pulau Rinca, akan tetapi 4000 an warga di desa Komodo akan terancam pendapatannya apabila Pulau Komodo ini ditutup.

Pak Jokowi Tidak Ingin Pulau Komodo Ditutup

Hingga isu ini tersebar dan sampai pada presiden Indonesia Bapak Jokowi. Yang berkunjung ke pelabuhan Bajo dan ditanya awak media mengenai penutupan Pulau Komodo kemudian dia menjawab baiknya itu langsung ditanyakan ke Gubernur NTT Viktor Bungtilu dan pemda setempat.

Tanggapan mengenai warga di desa komodo ini hingga sampai sekarang, khususnya anak-anak mudanya melakukan penolakan. Memang separah apa kondisi habitat Komodo sampai harus ditutup pulaunya. Tanggapan para warga asli di pulau Komodo.

Pria yang bekerja sebagai pemandu wisata tersebut menjelaskan, alasan penutupan pulau Komodo oleh Pemprov NTT adalah karena Komodo badannya kecil-kecil serta hewan buruannya sedikit. Akan tetapi hal tersebut sudah dibuktikan dengan data yang kongkrit.

Satu hal lagi dari warga di pulau Komodo ini, yaitu hanya 10% saja pada wilayah Pulau Komodo yang digunakan sebagai wilayah wisata. Sisanya 90% kawasan konservasi yang artinya masih alam liar tempat tinggalnya Komodo. Perekenomian warga desa di Pulau Komodo juga terancam apabila pulau Komodo ditutup. Orang-orang yang berjualan souvenir di pulau Komodo ini tepatnya di Loh Liang (kawasan wisatanya), akan kehilangan penghasilannya.

Seluruh warga di pulau Komodo juga meminta kepada bapak presiden Jokowi untuk tidak menutup pulau Komodo ini. Masih ada yang hidup di pulau tersebut hingga sampai sekarang ini.

Baca Juga: Jokowi “ Mari Kita Berangkulan Kembali “