Situs Berita dan Informasi Teknologi, Media Sosial, Dll.

Kuliner

Turun Kereta Langsung Makan Ini 7 Kuliner Dekat Solo Balapan

DEWA CASE – Stasiun Solo Balapan menyimpan banyak kisah legendaris, tak terkecuali surga kuliner yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Suasananya klasik dan ikonik yang pastinya mengajak traveler bernostalgia dengan nuansa tempo dulu. Di Sekitar Stasiun Solo Balapan ada deretan kuliner legendaris hingga favorit warga lokal yang jaraknya bisa ditempuh dengan jalan kaki atau naik becak. Traveler yang suka menjelajah kuliner, wajib banget mampir ke kuliner dekat Stasiun Solo Balapan.

Stasiun Solo Balapan bukan sekadar titik pemberhentian kereta api; ia adalah gerbang menuju petualangan rasa. Bagi para pelancong yang baru saja menempuh perjalanan jauh, perut yang keroncongan adalah masalah utama yang harus segera dituntaskan. Beruntung bagi Anda, Solo Balapan dikelilingi oleh beragam destinasi kuliner yang dapat dijangkau hanya dengan berjalan kaki atau berkendara singkat kurang dari sepuluh menit.

7 Kuliner Legendaris Dekat Stasiun Solo Balapan

Berikut adalah tujuh rekomendasi kuliner yang wajib Anda tuju begitu turun dari kereta Meski pusatnya berada di Pasar Gede, beberapa lapak nasi liwet legendaris dapat ditemukan di sekitar Jalan Gajah Mada, tak jauh dari stasiun. Nasi gurih yang dimasak dengan santan, disajikan dengan suwiran ayam, sayur labu siam pedas, dan kumut (santan kental yang dikukus), adalah sambutan paling hangat dari Kota Solo. Aromanya yang harum akan langsung mengembalikan energi Anda.

Selat Solo Mbak Lies

Hanya berjarak sekitar 1,5 kilometer dari stasiun, Selat Solo Mbak Lies adalah destinasi yang ikonik. Makanan ini merupakan perpaduan budaya Jawa dan Eropa, berupa bistik daging sapi yang disajikan dengan kuah encer manis gurih, lengkap dengan sayuran segar, galantin, dan mustard khas Solo. Interior warungnya yang dipenuhi keramik antik memberikan pengalaman makan yang unik dan sangat “Instagrammable”.

Sate Buntel Hj Bejo

Jika Anda punya waktu sedikit lebih banyak untuk bergeser ke arah Lojiwetan, Sate Buntel Hj. Bejo adalah pemberhentian wajib. Sate ini terbuat dari daging kambing cincang yang dibungkus lemak tipis, lalu dibakar dengan bumbu kecap yang meresap sempurna. Teksturnya yang juicy dan ukurannya yang besar membuatnya menjadi favorit para tokoh nasional hingga presiden.

Gudeg Ceker Margoyudan Bu Kasno

Bagi Anda yang tiba dengan kereta api malam atau dini hari, Gudeg Bu Kasno adalah penyelamat. Terletak di Jalan Monginsidi, tempat ini baru mulai ramai menjelang tengah malam. Keunikan gudeg Solo dibanding Yogyakarta adalah rasa kuah opornya yang lebih gurih dan tidak terlalu manis. Ceker ayam yang dimasak hingga sangat lunak menjadi pelengkap yang memberikan sensasi “meleleh” di mulut.

Soto Gading

Soto merupakan menu sarapan wajib bagi warga Solo. Soto Gading yang terletak tidak jauh dari stasiun menawarkan kuah bening yang kaya akan kaldu ayam. Yang membuat pengalaman makan di sini luar biasa adalah deretan side dish di meja, mulai dari sate usus, sate kerang, perkedel, hingga empal goreng. Kuahnya yang segar sangat pas untuk membersihkan rasa lelah setelah perjalanan panjang.

Mie Gaya Baru

Jika ingin mencicipi kuliner peranakan, Mie Gaya Baru di dekat Jalan Gajah Mada adalah pilihannya. Restoran ini legendaris dengan menu Mie Ayam dan Bakso yang memiliki cita rasa klasik. Tekstur mienya yang kenyal dan kuah yang bening namun gurih memberikan alternatif yang lebih ringan dibandingkan makanan bersantan lainnya.

Es Dawet Telasih Bu Dermi

Sebagai penutup, atau jika Anda tiba di saat matahari Solo sedang terik, Es Dawet Telasih adalah jawabannya. Campuran bubur sumsum, ketan hitam, tape hijau, dan biji telasih (selasih) yang diguyur santan serta pemanis alami akan langsung menghapus dahaga Anda. Rasanya