Daftar smartphone dengan radiasi tertinggi dan terendah berikut tips meminimalisir radiasi

DEWA CASE – Kebanyakan orang menghabiskan 5-6 jam di depan layar ponsel setiap hari. Dari pekerjaan, sekolah hingga aktivitas sehari-hari, ponsel pintar atau smartphone menjadi perangkat yang paling diandalkan dan memiliki peran penting dan bahkan krusial. Mulai dari untuk memenuhi kebutuhan berkomunikasi, mengaskses informasi hingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Namun, dibalik segala kemudahan dan keuntungan yang didapat dari penggunaan smartphone, juga terdapat kekhawatiran mengenai potensi dampak kesehatan dari radiasi yang dipancarkan dari perangkat ini. Radiasi yang dimaksud adalah radiasi radio frequency (RF) yang dapat diserap oleh tubuh manusia ketika smartphone sedang digunakan atau berada di dekat tubuh dalam keadaan tidak aktif sekalipun. Radiasi RF termasuk dalam kategori spektrum elektromagnetik non-pengion. Meskipun radiasi non-pengion ini tidak dapat merusak DNA, seperti  sinar X atau Gamma, radiasi ini dapat menimbulkan efek pemanasan.

Masing-masing smartphone memancarkan jumlah radiasi yang berbeda. Parameter yang digunakan untuk mengukur emisi radiasi ponsel adalah Specific Absorbtion Rate (SAR). Ini adalah satuan pengukuran yang mewakili jumlah energi elektromagnetik yang diserap oleh tubuh saat menggunakan perangkat seluler. Dewan Uni Eropa telah menetapkan standar radiasi untuk ponsel sebesar 2 watt per kilogram, diukur pada 10 gram jaringan yang paling banyak menyerap sinyal. Nilai SAR dihitung di telinga (berbicara di telepon) dan di badan (disimpan di saku). 

Berdasarkan parameter SAR berikut adalah daftar smartphone yang memancarkan radiasi tinggi.

Sementara smartphone yang memiliki radiasi rendah adalah sebagai berikut.

Selain lebih waspada dan bijaksana dalam memilih smartphone yang tepat untuk menghindari paparan radiasi RF yang mungkin berbahaya bagi tubuh. Berikut adalah beberapa tips untuk meminimalisir potensi paparan radiasi RF:

  • Memanfaatkan speakerphone atau headset. Cara ini memaksimalkan jarak aman antara ponsel dan kepala, sehingga mengurangi SAR secara signifikan.
  • Mengirim pesan teks alih-alih menelepon. Mengirim pesan teks mengeliminasi kebutuhan untuk mendekatkan telepon ke kepala.
  • Batasi panggilan. Durasi panggilan yang lebih pendek mengurangi paparan secara keseluruhan.
  • Panggilan di area jaringan yang kuat. Cara ini mengurangi daya yang dibutuhkan ponsel Anda untuk mengirimkan sinyal, sehingga menurunkan SAR.
  • Mode pesawat di area sinyal rendah. Jika Anda berada di zona sinyal lemah (misalnya, daerah pedesaan, lift), pertimbangkan untuk mengalihkan ponsel Anda ke mode pesawat. cara ini dapat menonaktifkan transmisi seluler dan menghilangkan paparan radiasi. Ingatlah untuk mengaktifkan kembali data seluler atau Wi-Fi saat Anda kembali ke area dengan sinyal kuat.