DPR, Fasilitas Praktik Mahasiswa Penjas Tombak Pembinaan Olahraga
DEWA CASE — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menegaskan pentingnya fasilitas praktik bagi mahasiswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (Penjas) sebagai sarana pembinaan olahraga nasional. Dalam rapat kerja dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, DPR menyoroti perlunya sarana latihan yang memadai agar mahasiswa dapat mengasah kemampuan praktis, yang nantinya menjadi dasar pembinaan olahraga di berbagai jenjang.
“Mahasiswa Penjas bukan hanya calon tenaga pendidik, tetapi juga agen pembinaan olahraga di tingkat sekolah dan komunitas. Fasilitas praktik yang memadai menjadi kunci agar mereka dapat mengembangkan kompetensi secara optimal,” ujar Ketua Komisi X DPR, Riza Patria.
Kondisi Fasilitas Saat Ini
Berdasarkan pemaparan pihak universitas, sebagian besar fakultas Penjas masih mengalami keterbatasan fasilitas praktik. Lapangan olahraga seringkali tidak sesuai standar, peralatan terbatas, dan laboratorium olahraga kurang lengkap. Hal ini berdampak pada kualitas praktik mahasiswa dan kesiapan mereka dalam mengimplementasikan program pembinaan olahraga di masyarakat.
“Beberapa perguruan tinggi memiliki lapangan, tetapi tidak semua dilengkapi peralatan modern dan laboratorium olahraga yang mendukung penelitian dan praktik,” kata Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta, Dr. Hendra Saputra.
Fasilitas Praktik sebagai Sarana Pembinaan
DPR menekankan bahwa fasilitas praktik tidak hanya untuk kegiatan akademik, tetapi juga sebagai tombak pembinaan olahraga di tingkat nasional. Mahasiswa Penjas yang terbiasa dengan fasilitas memadai di kampus akan lebih siap mendampingi pelatihan olahraga di sekolah, klub, atau komunitas.
“Kita ingin menghasilkan lulusan yang mampu melatih dan membina olahraga secara profesional. Fasilitas yang baik akan membentuk kompetensi mereka, sekaligus mendukung program pemerintah dalam mencetak atlet berprestasi,” ujar Riza Patria.
Usulan Peningkatan Infrastruktur
Dalam rapat kerja, DPR mengusulkan beberapa langkah untuk meningkatkan fasilitas praktik, antara lain:
- Penyediaan Lapangan dan Studio Lengkap – Lapangan multifungsi, gym, dan studio olahraga yang dilengkapi peralatan modern.
- Laboratorium Kesehatan dan Fisiologi – Alat pengukuran kebugaran, analisis gerakan, dan laboratorium biomekanik untuk mendukung penelitian mahasiswa.
- Dana Khusus dari Pemerintah – Alokasi anggaran yang memadai untuk pembangunan dan pemeliharaan fasilitas praktik.
Usulan ini diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah agar pendidikan dan praktik mahasiswa Penjas berjalan optimal.
Kolaborasi dengan Federasi Olahraga
Selain dukungan pemerintah, DPR mendorong kolaborasi dengan federasi olahraga dan klub profesional. Mahasiswa dapat mengikuti program magang, praktik langsung, dan pendampingan atlet muda, sehingga pengalaman praktik lebih relevan dan aplikatif.
“Kolaborasi ini penting agar mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik nyata di lapangan. Ini akan memperkuat kapasitas mereka sebagai pelatih, pendidik, dan pembina olahraga di masa depan,” kata Hendra Saputra.
Dampak Terhadap Pembinaan Olahraga Nasional
Peningkatan fasilitas praktik di kampus Penjas diprediksi akan berdampak langsung pada pembinaan olahraga nasional. Lulusan yang terlatih akan lebih siap menjadi pelatih atau pembina di sekolah, klub, maupun organisasi olahraga. Hal ini dapat memperkuat ekosistem olahraga di Indonesia, mulai dari pembinaan atlet usia dini hingga kompetisi profesional.
“Fasilitas yang baik di perguruan tinggi adalah investasi jangka panjang bagi prestasi olahraga nasional. Kita ingin generasi muda memiliki akses ke pembinaan berkualitas sejak dini,” tegas Riza Patria.
Tantangan Implementasi
Meski rencana peningkatan fasilitas praktik sudah jelas, beberapa tantangan masih perlu diperhatikan. Ketersediaan lahan, biaya pembangunan, serta pemeliharaan fasilitas menjadi isu utama. Selain itu, perlu ada pelatihan bagi dosen dan tenaga kependidikan agar dapat memanfaatkan fasilitas secara maksimal.
“Tidak cukup hanya membangun fasilitas. SDM pendukung juga harus siap dan kompeten, sehingga fasilitas tersebut benar-benar menjadi sarana pembelajaran yang efektif,” ujar Dr. Hendra Saputra.
DPR menegaskan bahwa fasilitas praktik mahasiswa Penjas bukan sekadar sarana akademik, tetapi juga menjadi tombak pembinaan olahraga di Indonesia. Dengan dukungan pemerintah, kolaborasi dengan federasi olahraga, dan peningkatan infrastruktur, lulusan Penjas akan lebih siap mendampingi dan melatih generasi muda, sekaligus memperkuat prestasi olahraga nasional.
Investasi pada fasilitas praktik menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan, mulai dari pendidikan tinggi hingga pembinaan atlet profesional. Masyarakat, pemerintah, dan institusi pendidikan kini menantikan langkah konkret agar fasilitas praktik mahasiswa Penjas dapat segera terealisasi dan memberi dampak nyata bagi pembinaan olahraga nasional.
