Kuliner Indonesia kian diminati di Kampung Bali di Hainan, China
DEWA CASE — Kampung Bali di Hainan, China, semakin mendapat sorotan sebagai salah satu destinasi wisata kuliner Asia yang menawarkan pengalaman rasa autentik Indonesia. Dalam dua tahun terakhir, area yang semula dibangun sebagai pusat kebudayaan Asia Tenggara itu kini bertransformasi menjadi magnet baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin merasakan kekayaan kuliner Nusantara tanpa harus terbang langsung ke Indonesia.
Hasil survei lokal yang dilakukan oleh pengelola kawasan menunjukkan bahwa lebih dari 60% pengunjung yang datang ke Kampung Bali kini menempatkan kuliner Indonesia sebagai alasan utama kunjungan mereka. Hal ini terlihat dari semakin panjangnya antrean di deretan restoran khas Indonesia, terutama pada akhir pekan dan hari libur nasional China.
Ragam Kuliner Indonesia Jadi Andalan Baru
Kuliner Indonesia dikenal beragam dan kaya rempah. Karena itu, tidak mengherankan jika makanan Nusantara mampu menarik perhatian masyarakat China yang sedang mencari sensasi rasa baru. Di Kampung Bali, beberapa menu favorit seperti rendang, sate ayam, nasi goreng, bakso, hingga mie ayam, menjadi pilihan paling diminati.
Rendang, yang diakui sebagai salah satu makanan terenak di dunia, hampir selalu habis terjual sebelum jam makan malam. Chef asal Indonesia yang bekerja di kawasan ini mengatakan bahwa banyak warga China tertarik dengan cita rasa ma la (pedas dan hangat), sehingga rendang langsung menjadi favorit karena pahit-manis pedasnya pas bagi lidah mereka.
Sementara itu, sate ayam dengan bumbu kacang menjadi menu yang paling sering difoto dan diunggah wisatawan di platform media sosial China seperti Xiaohongshu dan Weibo. Para wisatawan mengaku terpukau oleh cara memasaknya yang unik dibakar langsung di atas arang dan aroma khas yang langsung menggugah selera.
Kolaborasi Chef Indonesia dan Lokal Jadi Daya Tarik Baru
Salah satu faktor yang membuat kuliner Indonesia cepat diterima di Hainan adalah kolaborasi antara chef Indonesia dan chef lokal China. Banyak restoran di Kampung Bali mengundang juru masak dari Jakarta, Surabaya, Denpasar, dan Makassar untuk menstandarkan rasa dan resep.
Chef lokal yang telah mendapat pelatihan intensif kemudian mengembangkan variasi menu dengan menyesuaikan beberapa bahan agar tetap ramah bagi pasar China tanpa menghilangkan rasa asli Indonesia. Misalnya, sambal dibuat dengan tingkat kepedasan yang bisa dipilih, sementara menu seperti rawon dan soto diberi penjelasan lengkap mengenai bahan dan cara memasaknya agar pengunjung lebih memahami kekayaan kuliner tersebut.
Kombinasi keahlian ini membuat setiap restoran di Kampung Bali tidak hanya menyajikan makanan, tetapi juga pengalaman budaya yang menarik. Banyak pengunjung merasa bukan sekadar makan, tetapi juga belajar tentang sejarah dan tradisi kuliner Indonesia.
Festival Kuliner Indonesia Menjadi Agenda Tahunan
Untuk memperkuat daya tarik kawasan, pemerintah lokal Hainan dan perwakilan komunitas Indonesia rutin menggelar Festival Kuliner Indonesia. Kegiatan ini melibatkan pertunjukan tari tradisional, kelas memasak, demo penggunaan rempah Nusantara, hingga bazar UMKM.
Festival tersebut terbukti sangat efektif mendongkrak pengunjung. Dalam penyelenggaraan terbaru, lebih dari 20 ribu pengunjung datang selama tiga hari festival. Banyak dari mereka datang hanya untuk mencoba menu khas seperti gudeg, ayam betutu, dan martabak manis, yang biasanya jarang dijual sehari-hari karena keterbatasan bahan.
Pihak pengelola Kampung Bali mengatakan bahwa festival ini juga menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM Indonesia di Hainan untuk mempromosikan produk seperti sambal kemasan, bumbu instan, kerupuk, kopi Nusantara, dan berbagai olahan rempah. Permintaan produk-produk tersebut meningkat signifikan setelah festival usai.
Promosi Budaya Indonesia Semakin Menguat
Tidak hanya kuliner, Kampung Bali di Hainan kini menjadi pintu pengenalan budaya Indonesia yang lebih luas. Banyak restoran dan toko kuliner menampilkan dekorasi khas Bali, Jawa, dan Sumatra, lengkap dengan musik gamelan atau instrumen etnik lainnya.
Setiap malam, pengunjung dapat menikmati pertunjukan tari Bali seperti tari kecak dan tari legong yang semakin menghidupkan suasana. Pertunjukan ini juga sering diselingi dengan penjelasan singkat mengenai makna tarian sehingga wisatawan merasa belajar sekaligus terhibur.
Pemerintah Provinsi Hainan juga bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia untuk memperluas promosi pariwisata. Dalam beberapa bulan terakhir, poster dan video kampanye bertema Wonderful Indonesia mulai terlihat di area tersebut, menampilkan destinasi seperti Bali, Lombok, Labuan Bajo, dan Yogyakarta.
Dukungan Komunitas Indonesia di Hainan
Komunitas Indonesia yang tinggal dan bekerja di Hainan turut memainkan peran besar dalam perkembangan kuliner Nusantara di Kampung Bali. Banyak dari mereka membuka usaha kecil seperti kedai kopi, penjual kue-kue tradisional, dan katering makanan rumahan.
Mereka secara aktif memperkenalkan makanan khas daerah, misalnya jajanan seperti klepon, onde-onde, risoles, pastel, dan lemper yang cepat menjadi primadona di kalangan pelajar dan pekerja setempat.
Para pelaku usaha Indonesia juga membentuk forum kolaboratif untuk menjaga kualitas produk dan mengatur distribusi bahan baku. Mereka rutin mendatangkan bumbu dan rempah langsung dari Indonesia agar cita rasa tetap terjaga.
Kuliner Indonesia Berpotensi Jadi Brand Internasional Baru
Kesuksesan Kampung Bali di Hainan memberi gambaran kuat bahwa kuliner Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi brand internasional. Banyak wisatawan China mengaku semakin penasaran dengan Indonesia setelah mencicipi makanan Nusantara.
Beberapa agen perjalanan bahkan mulai menawarkan paket wisata bertema kuliner yang mengajak masyarakat China mengunjungi Indonesia langsung untuk merasakan keragaman rasa yang lebih luas.
Dengan dukungan pemerintah, komunitas, dan popularitas yang terus meningkat, kuliner Indonesia di Kampung Bali diprediksi akan semakin berkembang, sekaligus menjadi jembatan budaya yang mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan China.
