Tren Kuliner Viral 2025 Dorong Pertumbuhan UMKM dan Industri Makanan Minuman
DEWA CASE — Sepanjang tahun 2025, dunia kuliner Indonesia mencatat sebuah fenomena yang tak hanya mengubah selera masyarakat, tapi juga menjadi mesin utama bagi pertumbuhan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta industri makanan dan minuman secara keseluruhan. Tren kuliner yang viral di media sosial telah menjadi katalisator penting dalam memperkuat ekonomi kreatif dan memberi dampak signifikan terhadap pertumbuhan usaha kecil di berbagai wilayah.
Perubahan Perilaku Konsumsi dan Dominasi Media Sosial
Media sosial, terutama platform seperti TikTok dan Instagram, memainkan peran besar dalam membentuk tren kuliner pada tahun 2025. Menu-menu dengan tampilan fotogenik, simpel namun unik, sangat cepat menyebar di kalangan Generasi Z dan milenial. Konten kuliner viral tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi alat pemasaran efektif bagi UMKM yang ingin dikenal secara luas tanpa biaya promosi besar.
Fenomena ini tercermin dari banyaknya konten dengan tagar seperti #Kuliner, #JajananTikTok, dan #KulinerIndonesia yang mendapat jutaan unggahan, memicu buzz signifikan di kalangan pengguna serta meningkatkan daya tarik bagi pegiat usaha kecil untuk ikut memanfaatkan gelombang digital ini.
Pertumbuhan Industri Makanan dan Minuman Melesat
Menurut data Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), industri makanan dan minuman nasional berada dalam tren pertumbuhan positif sepanjang 2025. Hingga kuartal ketiga, pertumbuhan sektor ini mencapai sekitar 6,49%, melampaui target tahun sebelumnya yang dipatok pada kisaran 5%–5,5%.
Pertumbuhan ini tidak hanya didorong oleh permintaan domestik, tetapi juga oleh maraknya pemesanan melalui layanan pesan-antar digital yang menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup modern masyarakat urban. Menu-menu praktis dan menarik secara visual sering kali menjadi pilihan utama konsumen yang ingin memadukan kecepatan layanan dengan pengalaman kuliner yang instagrammable.
Kontribusi UMKM terhadap PDB Nasional
UMKM kuliner terbukti menjadi pendorong utama dalam perkembangan tersebut. Kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai hampir 61,9%, dengan lebih dari 65 juta unit usaha tercatat beroperasi di pertengahan tahun 2025. Data tersebut menunjukkan betapa krusialnya peran UMKM dalam menopang ekonomi nasional, terutama di sektor makanan dan minuman.
Menu Viral dan Preferensi Konsumen
Sepanjang tahun 2025, tren makanan dan minuman viral dipenuhi oleh kreativitas kuliner yang tinggi. Beberapa jenis menu yang paling sering mencuri perhatian di media sosial di antaranya:
- Camilan inovatif berbasis keju, seperti dimsum keju yang memadukan tekstur lembut dan rasa gurih.
- Makanan pedas berbahan aci, yang menawarkan sensasi unik bagi para pencinta rasa intens.
- Kuliner Korea yang diadaptasi lokal, dengan kombinasi cita rasa yang familiar namun tetap kekinian.
- Dessert lumer dan donat dengan topping beragam, sangat fotogenik di feed Instagram.
- Minuman fusion, seperti perpaduan matcha-kopi dengan tekstur creamy yang disukai generasi muda.
Karakter menu yang fotogenik dan mudah diolah menjadi satu poin penting dalam viralitasnya, karena dapat dengan cepat mendapatkan perhatian audiens digital khususnya di platform yang berbasis video.
Dukungan Rantai Pasok dan Inovasi Bahan Baku
Melihat peluang besar dari tren kuliner ini, beberapa pelaku di industri jasa bahan baku juga ikut berperan dalam mendukung UMKM. Salah satu contohnya, PT Etika Beverages Indonesia melalui brand Dairy Champ, menyediakan bahan baku seperti kental manis dan susu evaporasi yang dirancang untuk kebutuhan bisnis UMKM agar lebih efisien dan konsisten dalam pembuatan menu.
Susu evaporasi dengan 0% kolesterol pun diluncurkan sebagai alternatif yang lebih sehat bagi pelaku usaha yang ingin menghadirkan menu minuman bertekstur creamy tanpa mengorbankan preferensi konsumen yang kini semakin mengarah pada pilihan sehat.
Peran Platform Digital dan Festival Kuliner
Tidak hanya konten media sosial, platform digital juga terlibat secara aktif dalam mengubah tren kuliner menjadi peluang ekonomi nyata. Inisiatif seperti TikTok Food Fest 2025 mempertemukan kreator, UMKM, brand, dan komunitas kuliner dalam satu acara yang bertujuan merayakan kekayaan kuliner Indonesia sekaligus memperluas jangkauan pasar bagi usaha kecil.
Festival seperti ini tidak hanya menjadi tempat pameran rasa, tetapi juga sarana edukasi, kolaborasi, serta peluang pemasaran yang berkelanjutan bagi UMKM lokal yang ingin lebih aktif dalam ekosistem digital dan offline.
Prospek Tren Kuliner Menuju 2026
Melihat dinamika tren yang terus berkembang, proyeksi untuk tahun 2026 menunjukkan arah yang semakin beragam. Konsumen diperkirakan akan semakin tertarik pada:
- Makanan dan minuman fungsional yang menawarkan manfaat kesehatan.
- Bahan berbasis nabati (plant-based) yang ramah lingkungan.
- Comfort food lokal dengan sentuhan modern.
- Minuman berlapis warna-warni yang menarik secara visual.
Meski demikian, elemen rasa creamy dan praktis dari bahan seperti susu evaporasi dan kental manis diperkirakan tetap relevan dalam kreasi menu kekinian, meskipun inovasi sehat akan semakin menjadi prioritas.
Tren Viral sebagai Pengungkit Ekonomi
Tren kuliner viral pada 2025 telah menunjukkan bahwa perubahan gaya konsumsi yang dipicu oleh digitalisasi dapat menjadi pendorong ekonomi yang signifikan. Tidak hanya sekadar fenomena media sosial, tren ini telah mewujud menjadi peluang nyata bagi pelaku UMKM untuk tumbuh, berinovasi, dan memperluas pasar mereka. Pertumbuhan sektor makanan dan minuman tidak hanya membantu memperkuat posisi UMKM secara nasional, tetapi juga mendukung stabilitas ekonomi kreatif Indonesia di era digital saat ini.
