UMKM Kuliner Berkembang, Terimakasih Kopi Tawarkan Menu Kreatif
DEWA CASE — Sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya kuliner di Kota Makassar terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Perkembangan ini turut mendorong peningkatan kreativitas dan inovasi para pelaku usaha dalam menghadirkan konsep dan menu yang semakin beragam bagi masyarakat.
Salah satu UMKM kuliner yang tengah berkembang dan menarik perhatian pecinta kopi di Makassar adalah “Terimakasih Kopi”. Kedai kopi yang dirintis oleh Muh. Safbrawi Rosmayadi itu menawarkan konsep berbeda dengan menghadirkan beragam pilihan menu kopi dan makanan pendamping yang variatif.
Dalam program Ngulik Pro 2, dipandu Nindy dan Enggi, Safbrawi mengungkapkan perjalanan awal membangun usaha yang kini mulai dikenal luas. Ia menilai inovasi dan konsistensi rasa merupakan kunci agar UMKM mampu bertahan dan bersaing di tengah ketatnya industri kuliner.
“Kami ingin memberikan pengalaman berbeda bagi pecinta kopi. Selain racikan kopi unggulan, kami juga menyiapkan beragam varian menu agar pelanggan memiliki banyak pilihan yang bisa dinikmati,” ujarnya, Selasa,(18/11/2025).
Kekuatan di Balik Inovasi Menu
Fenomena TKO adalah studi kasus tentang bagaimana UMKM dapat bersaing di pasar yang sangat jenuh melalui diferensiasi produk yang kuat. Alih-alih hanya berfokus pada menu standar kopi hitam atau latte, TKO berani menggabungkan bahan-bahan lokal dengan teknik penyajian modern.
Menu Unggulan yang Mendobrak Pasar:
- Kopi Kelapa Gula Aren: Menggantikan susu sapi dengan krim santan kelapa yang creamy dan low-fat, dipadukan dengan manisnya Gula Aren yang otentik. Menu ini langsung menjadi signature dan menarik perhatian konsumen yang mencari alternatif non-susu dan rasa Nusantara.
- Espresso Temulawak: Sebuah eksperimen berani yang memadukan rasa pahit-asam espresso dengan sentuhan jamu tradisional Temulawak. Menu ini diposisikan sebagai minuman immune booster yang relevan dengan kesadaran kesehatan pasca-pandemi.
- Roti Bakar Srikaya Kaya: TKO tidak hanya berfokus pada minuman. Inovasi mereka merambah ke makanan pendamping, dengan Roti Bakar homemade yang diolesi selai Srikaya Kaya (paduan srikaya dan mentega) yang dibuat sendiri.
- CEO Terimakasih Kopi, Dhimas Ardiansyah, menjelaskan bahwa filosofi di balik menu kreatif ini adalah “rasa familiar yang dikemas mengejutkan.” “Kami tidak ingin hanya menjual kopi, tapi nostalgia dan storytelling. Kopi Kelapa itu mengingatkan pada es kelapa muda di pantai, tapi kami transformasikan menjadi minuman kafe premium,” ujar Dhimas.
- Konsep Outlet & Pendekatan Komunitas
- Selain inovasi menu, kunci keberhasilan TKO adalah konsep outlet yang dirancang untuk menarik kalangan muda dan komunitas kreatif. Setiap outlet TKO dirancang dengan sentuhan arsitektur mid-century modern dengan elemen industrial lokal, menciptakan suasana yang nyaman untuk bekerja (work from cafe) atau berkumpul.
- Pendorong Pertumbuhan UMKM Kuliner:
- Pemanfaatan Digital Marketing: TKO aktif menggunakan platform media sosial seperti TikTok dan Instagram untuk mempromosikan menu-menu unik mereka. Visual estetik dan konten yang berfokus pada behind the scene proses kreasi menu berhasil membangun brand loyalty yang kuat di kalangan Gen Z.
- Kolaborasi Lokal: TKO secara konsisten menggandeng UMKM lain, seperti petani kopi dari Jawa Barat dan pembuat kerajinan tangan lokal, untuk menyediakan merchandise dan bahan baku. Hal ini tidak hanya mendukung ekonomi lokal, tetapi juga memperkuat narasi brand TKO sebagai bisnis yang berakar pada komunitas.
- Efisiensi Digital: Dalam operasional sehari-hari, TKO memanfaatkan sistem Point of Sale (POS) berbasis cloud dan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk pembayaran, memastikan efisiensi dan meminimalisir kesalahan transaksi—sebuah praktik penting bagi UMKM yang ingin meningkatkan skala bisnisnya.
- Dampak Ekonomi dan Proyeksi Masa Depan
- Pertumbuhan TKO merefleksikan tren yang lebih besar di sektor UMKM kuliner Indonesia, di mana lokalisasi, digitalisasi, dan diferensiasi menjadi kata kunci keberhasilan.
- Menurut data dari Asosiasi Pengusaha Kuliner Indonesia (APKI), sektor UMKM kuliner diperkirakan menyumbang lebih dari 45% dari total Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sektor ekonomi kreatif pada tahun 2025. Keberhasilan TKO memberikan optimisme bahwa UMKM lokal mampu bersaing, bahkan dengan brand waralaba internasional.
- TKO sendiri memiliki rencana ambisius untuk membuka 100 outlet pada akhir tahun 2026, termasuk ekspansi ke Malaysia dan Singapura, membawa rasa dan konsep kopi Indonesia ke pasar Asia Tenggara.
- Keberanian TKO untuk melangkah keluar dari zona nyaman menu kopi standar dan menggali potensi kekayaan bahan baku lokal adalah pelajaran berharga bagi UMKM lain. Dengan sentuhan kreativitas, fokus pada pengalaman pelanggan, dan adaptasi digital, UMKM kuliner Indonesia membuktikan diri sebagai kekuatan yang tak terhentikan dalam lanskap bisnis modern.
